Previous Next

BC JUANDA HADIRI PEMUSNAHAN MEDIA PEMBAWA ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN KARANTINA

Sinergi Community Protector BC Juanda - Karantina Pertanian Surabaya
Surabaya - Rabu, (26/10/2022) Bea Cukai Juanda menghadiri undangan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya dalam acara pemusnahan media pembawa Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK). Bertempat di Instalasi Karantina Pertanian Surabaya, kegiatan juga dihadiri oleh forkopimda setempat, perwakilan penyelenggara pos dan perusahaan jasa titipan. Sinergi ini merupakan upaya bersama cegah tangkal masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) di Wilayah Republik Indonesia.
Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) adalah semua organisme pengganggu tumbuhan yang ditetapkan Pemerintah untuk dicegah masuknya ke dalam dari tersebarnya di dalam wilayah negara Republik Indonesia. Pada kesempatan ini pemusnahan dilakukan terhadap Media Pembawa OPTK berupa benih, bibit tanaman dan kayu olahan impor dengan cara dibakar dan ditimbun sehingga media pembawa tidak berpotensi menjadi sumber penyebaran OPTK/HPHK.
Berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, penyelenggaraan karantina dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya Agensia Hayati, Jenis Asing Invasif, dan PRG, yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia, Hewan, Ikan, Tumbuhan dan kelestarian lingkungan. Pemusnahan kali ini dilakukan atas pelanggaran terhadap kewajiban pemenuhan administrasi. Dalam UU yang sama dijelaskan bahwa setiap Media Pembawa yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia wajib dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit, dimasukkan melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan, serta dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina untuk keperluan tindakan karantina.
Bea Cukai Juanda bersama Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surbaya dan para stakeholder berkomitmen untuk senantiasa melindungi masyarakat dari barang-barang ilegal dan berbahaya. Semoga upaya nyata ini menjadi ikhtiar yang akan membawa Indonesia menuju negara yang aman, sehat dan mampu melahirkan generasi unggul untuk kemajuan bangsa.