BC JUANDA AJAK CALON PEKERJA MIGRAN INDONESIA PAHAMI KEPABEANAN

 

Surabaya (4/8/2022) - Kamis pagi bertempat di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Bea Cukai Juanda kembali hadir memberikan sosialisasi bertajuk Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) kepada para calon Pekerja Migran Indonesia yang hendak berangkat ke berbagai negara. Chondro Yuwono, Pemeriksa Bea Cukai Pertama yang membidangi layanan impor di Bea Cukai Juanda menjadi narasumber. OPP digelar dalam rangkaian program Kawan Migran sebagai bentuk sinergi Bea Cukai Juanda bersama BP2MI Provinsi Jawa Timur.
Kali ini OPP dihadiri oleh 45 peserta calon PMI yang mayoritas akan berangkat ke Malaysia. Melalui OPP narasumber menyampaikan informasi seputar ketentuan barang bawaan penumpang. Chondro menyampaikan bahwa setiap penumpang dari luar negeri yang memasuki Indonesia mendapatkan fasilitas pembebasan atas barang bawaan pribadi sebesar USD 500 per orang per kedatangan, atas kelebihannya akan dikenakan Bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor. Sementara barang non personal use akan dikenakan Bea Masuk berdasarkan tarif umum. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203/PMK.04/2017. Tak hanya mengatur batasan nilai barang, aturan ini juga memberi pembatasan pembawaan barang kena cukai, diantaranya adalah minuman mengandung etil alkohol yang diatur maksimal satu liter per orang serta produk hasil tembakau seperti rokok dan cerutu.
Chondro juga menyampaikan bahwa pembawaan HP asal luar negeri kini menjadi perhatian khusus. Pasalnya perangkat berupa handphone, komputer gengram dan tablet (HKT) yang membutuhkan SIM card untuk memperoleh jaringan/sinyal perlu didaftarkan IMEI nya saat tiba di bandara. Pendaftaran IMEI akan dilayani petugas Bea Cukai dibandara tanpa pungutan biaya dan mendapatkan pembebasan nilai pabean sesuai ketentuan barang bawaan pribadi penumpang. Apabila IMEI tidak didaftarkan di bandara, pendaftaran dapat dilakukan di kantor Bea Cukai terdekat tanpa mendapat pembebasan nilai pabean. “Setiap penumpang maksimal membawa dua perangkat handphone”, tegas narasumber.
Melalui program Kawan Migran, Bea Cukai Juanda terus memperkuat sinergi dengan BP2MI dan instansi terkait guna mewujudkan layanan terbaik untuk PMI.