PRESS CONFERENCE PENGGAGALAN PENYELUNDUPAN SHABU DI BANDARA JUANDA

           Pada hari Rabu, 10 Agustus 2016, KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda mengadakan Press Conference 3 (tiga) Penggagalan Penyelundupan Narkotika jenis Methamphetamine (shabu) melalui Terminal 2 Kedatangan Internasional Bandara Juanda. Pada Press Conference kali ini dihadiri langsung oleh Decy Arifinsjah selaku Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Mochamad Mulyono selaku Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan segenap jajaran pejabat Bea dan Cukai di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I.

 

 

 

Ketiga Penyelundupan ini berupa Narkotika golongan I jenis Methamphetamine (shabu). Penyelundupan pertama dengan total berat bruto 415 (empat ratus lima belas) gram dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki berinisial RM. Tersangka merupakan penumpang pesawat Air Asia XT-8298 rute Kuala Lumpur – Surabaya pada hari Sabtu, 23 Juli 2016. Modus yang digunakan adalah dengan menyembunyikan barang haram tersebut dalam bungkusan di dalam tas koper berwarna hitam.

 

Penyelundupan kedua dengan total berat bruto 285 (dua ratus delapan puluh lima) gram dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki berinisial NH. Tersangka merupakan penumpang pesawat Air Asia XT-327 rute Kuala Lumpur – Surabaya pada hari Senin, 25 Juli 2016. Modus yang digunakan adalah dengan menyembunyikan Methamphetamine (shabu) dalam bungkusan di dalam sebuah tas ransel gunung berwarna biru abu-abu.

Penyelundupan Methamphetamine (shabu) yang ketiga dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia berjenis kelamin laki-laki berinisial RY menggunakan pesawat Air Asia XT-325 pada hari Rabu, 27 Juli 2016. Methamphetamine (shabu) seberat 60 (enam puluh) gram tersebut disembunyikan di dalam anus. Dengan penggagalan 3 (tiga) kali penyelundupan Methamphetamine (shabu) ini berarti telah menyelamatkan ±3800 (tiga ribu delapan ratus) generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba dengan perhitungan 1 gram shabu dikonsumsi oleh 5 orang.

 

Terhadap tersangka akan dikenakan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp.10 milyar sesuai pasal 113 ayat 1 dan 2 Undang-undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, yaitu dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku dipidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh ) tahun dan pidana denda maksimum Rp.10 Milyar ditambah 1/3 (sepertiga). Sedangkan di Undang-undang Kepabeanan No.17 tahun 2006 tentang Kepabeanan Pasal 102 bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp.50.000.000,- dan paling banyak Rp.5.000.000.000,-.

 

Saat ini tersangka dan barang bukti telah diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Penggagalan upaya penyelundupan Methamphetamine (shabu) ini merupakan kerja sama yang baik dan terintegrasi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (CNT KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan Kantor Wilayah Jatim I dan BPIB Tipe B Surabaya), BNN Provinsi Jawa Timur, Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur, Imigrasi Bandara Juanda (Bidang Darinsuk), dan Pengamanan Bandara (LANUDAL, POM AL dan Avsec PT. Angkasa Pura I).

(PLI KPPBC TMP JUANDA)