PRESS CONFERENCE PENGGAGALAN PENYELUNDUPAN SHABU DI BANDARA JUANDA

Kamis, 30 Oktober 2014, KPPBC TMP Juanda menyelenggarakan Press Conference terkait penggagalan penyelundupan shabu di Bandara Internasional Juanda. Bertempat di gedung Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Press Conference dimulai pukul 10.00 WIB diawali dengan sambutan Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Agus Yulianto. Adapun ringkasan press conference adalah sebagai berikut.

 

Pada hari Jumat tanggal 17 Oktober 2014, Customs Narcotics Team (CNT) KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan Kantor Wilayah DJBC Jatim I telah menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis methamphetamine (shabu) dengan berat bruto 1.970 (seribu sembilan ratus tujuh puluh) gram di Terminal 2 Kedatangan Internasional Bandara Juanda. Narkotika jenis methamphetamine (shabu) dimaksud dibawa oleh seorang penumpang pesawat Cathay Pasific dengan nomor penerbangan CX-781 rute Hongkong - Surabaya, jenis kelamin laki-laki, warga negara Hongkong berinisial WCL (38 th). Modus penyelundupan yang digunakan adalah dengan cara melekatkan Methampetamine tersebut dibagian perut dan kaki (body strapping). Penggagalan penyelundupan methamphetamine (shabu) dengan berat bruto 1.970 (seribu sembilan ratus tujuh puluh) gram ini telah menyelamatkan ±3.940 generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba.

Pada hari Jumat tanggal 17 Oktober 2014 sekitar pukul 19.30 WIB pesawat Cathay Pasific dengan nomor penerbangan CX-781 dari Hongkong mendarat di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda. Berdasarkan hasil profiling (pengamatan) yang dilakukan oleh petugas, terdapat salah seorang penumpang berjenis kelamin laki-laki yang mendapat attensi pengawasan untuk dilakukan pemeriksaan mendalam. Sesaat setelah dilakukan pemeriksaan x-ray terhadap barang bawaannya, penumpang yang mendapat attensi pengawasan tersebut diminta menuju meja pemeriksaan Bea Cukai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (pemeriksaan fisik barang bawaan dan wawancara); Dari hasil pemeriksaan dokumen perjalanan (Passport), diketahui penumpang tersebut berinisial WCL, lahir di Zhejiang, 06 September 1976, kewarganegaraan Hongkong dan datang seorang diri ke Surabaya.

Dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan fisik barang bawaan serta wawancara di meja pemeriksaan Bea Cukai, petugas meminta penumpang berinisial WCL tersebut menuju ruangan pemeriksaan untuk dilakukan body search (pemeriksaan badan). Dari hasil body search yang dilakukan, petugas menemukan barang yang diduga kuat adalah Methampetamine yang dilekatkan dibagian perut sebanyak 17 (tujuh belas) bungkus, 4 (empat) bungkus dikaki kanan dan 4 (empat) bungkus dikaki kiri dengan berat bruto 1.970 (seribu sembilan ratus tujuh puluh) gram. Hasil uji laboratorium di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Tipe B Surabaya menunjukkan bahwa Kristal putih dalam bungkusan plastik tersebut adalah positif methampethamine (shabu).

Ancaman Hukuman

  1. 1.Shabu berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika merupakan Narkotika Golongan I. Penyelundupan Narkotika Golongan I ke Indonesia adalah pelanggaran pidana sesuai Pasal 113 ayat 1 dan 2 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp. 10 milyar. Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3.
  2. 2.Undang-Undang Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan Pasal 102 bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000,- dan paling banyak Rp. 5.000.000.000,-.

 Terhadap tersangka dan barang bukti saat ini telah diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Penggagalan upaya penyeludupan sabu / methamphetamine ini merupakan kerja sama yang baik dan terintegrasi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (CNT KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan Kantor Wilayah Jawa Timur I serta BPIB Tipe B surabaya), Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim, BNN Provinsi Jatim, Pengamanan Bandara (LANUDAL, POM AL dan Avsec PT. Angkasa Pura I), dan Imigrasi Bandara Juanda (Bidang Darinsuk).