PENGGAGALAN PENYELUNDUPAN NARKOTIKA DI KANTOR POS LALU BEA JUANDA

      PENGGAGALAN PENYELUNDUPAN NARKOTIKA DI KANTOR POS LALU BEA JUANDA

Pada hari rabu tanggal 16 Juli 2014, Customs Narcotic Team (CNT) KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis “metilendioksimetamfetamine (MDMA)” atau ekstasi sebanyak 28 (dua puluh delapan) butir dan “Ketamine” dengan berat bruto ± 4 (empat) gram melalui kiriman pos di Kantor Pos Lalu Bea Juanda yang berlokasi di Mail Processing Center (MPC) Surabaya.

 Narkotika jenis “metilendioksimetamfetamine (MDMA)” atau ekstasi dan “Ketamine” dimaksud dikirimkan kepada LS di Surabaya – Jawa Timur. Modus yang digunakan yaitu menyembunyikan barang tersebut di dalam Kartu brigde yang dibungkus alumunium foil.

Pada hari rabu tanggal 16 Juli 2014, Pejabat Bea dan Cukai melakukan pengawasan dan pelayanan kepabeanan terhadap barang kiriman pos dari luar negeri tujuan Jawa Timur di Kantor Pos Lalu Bea Juanda. Pengawasan dan pelayanan kepabeanan terhadap barang kiriman pos dari luar negeri tersebut meliputi : Pemeriksaan X-Ray; dan Pencacahan dan Pembeaan Kiriman Pos (PPKP). Dari pemeriksaan X-Ray terhadap barang kiriman pos tersebut, Pejabat Bea dan Cukai mencurigai sebuah paket kiriman pos dari Inggris; Paket kiriman pos yang dicurigai tersebut berisi kartu bridge yang dibungkus dalam alumunium foil; Paket tersebut dikirim dengan alamat tujuan Surabaya atas nama “LS”.

Dari pemeriksaan mendalam terhadap barang kiriman pos tersebut, di dalam kemasan kartu bridge ditemukan 28 (dua puluh delapan) butir Ekstasi (MDMA) dan ± 4 gram Ketamine. Kemudian dilakukan uji laboratorium di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) DJBC Surabaya dan kedapatan hasil positif metilendioksimetamfetamine (MDMA) atau Ekstasi dan Ketamine;.

Selanjutnya Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP Juanda bersama Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk melakukan Control Delivery terhadap kiriman pos dimaksud dan dari kegiatan Control Delivery (bersama PT. Pos Indonesia dan Polisi) tersebut berhasil ditangkap dengan penerima barang berinisial ZQ, perempuan kewarganegaraan China yang sering juga disebut “LS”.

 

Ancaman Hukuman :      

 

  1. Metilendioksimetamfetamine (MDMA) atau Ekstasi berdasarkan UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika merupakan Narkotika Golongan I. Penyelundupan Narkotika Golongan I ke Indonesia adalah pelanggaran pidana sesuai Pasal 113 ayat 1 dan 2 Undang- Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp. 10 milyar. Dalam hal barang bukti melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3 (sepertiga)
  2. Ketamine berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan melanggar pasal 197 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,00 (satu setengah milyar rupiah)
  3. Undang- Undang Kepabeanan Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan Pasal 102 bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan dipidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000,- dan paling banyak Rp. 5.000.000.000,-

 

Penggagalan upaya penyeludupan “metilendioksimetamfetamine (MDMA)” atau ekstasi dan “Ketamine” ini merupakan kerja sama yang baik dan terintegrasi antara Bea Cukai (Customs Narcotics Team) KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I didukung dengan PT. Pos Indonesia, Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim, BNN Propinsi Jatim.

Tersangka dan barang bukti telah diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.