Press Conference Penyelundupan Shabu

Press Conference Upaya Penggagalan Penyelundupan Shabu di Terminal Kedatangan Internasional Juanda

Rabu, 21 Mei 2014, KPPBC TMP Juanda menyelenggarakan Press Conference upaya pencegahan penyelundupan narkotika melalui Terminal Kedatangan Internasional Juanda. Press Conference dihadiri oleh beberapa rekan media untuk melakukan peliputan terkait dengan hal tersebut.

 Press Conference dimulai pukul 10.00 WIB dengan sambutan Kepala KPPBC TMP Juanda, Iwan Hermawan, didampingi oleh Kepala Bidang P2 Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Mochamad Agus Rofiudin. Berikut adalah ulasan kejadian:

Peristiwa Pertama dengan Tersangka WPK

Pada hari Senin tanggal 12 Mei 2014, Customs Narcotics Team (CNT) KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan Kantor Wilayah DJBC Jatim I telah menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis methamphetamine (shabu) dengan berat bruto 720 (tujuh ratus dua puluh) gram di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Juanda. Narkotika jenis methamphetamine (shabu) dimaksud dibawa oleh seorang penumpang pesawat Cathay Pasific CX-781 rute Hongkong - Surabaya, jenis kelamin perempuan, warga negara Malaysia berinisial WPK (29 th). Modus yang digunakan yaitu menyembunyikan methamphetamine (shabu) dengan total berat bruto 720 (tujuh ratus dua puluh) gram yang dikemas dalam 2 (dua) kemasan plastik yang disembunyikan dan di jahit di celana dalam (seperti memasang pembalut wanita). Penggagalan penyelundupan methamphetamine (shabu) dengan berat bruto 720 (tujuh ratus dua puluh) gram ini telah menyelamatkan ±1.440 generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba.

Kronologis kejadian adalah sebagai berikut :

Pada hari Senin tanggal 12 Mei 2014 sekitar pukul 22.45 WIB pesawat Cathay Pasific CX-781 dari Hongkong mendarat di Bandara Internasional Juanda. Berdasarkan analisa manifest penumpang dan hasil profiling (pengamatan) yang dilakukan oleh petugas, terdapat penumpang pesawat Cathay Pasific CX-781 tersebut yang mendapat attensi pengawasan untuk dilakukan pemeriksaan mendalam. Penumpang yang mendapat attensi pengawasan adalah seorang perempuan berinisial WPK, lahir pada tanggal 22 Juli 1985, warga negara Malaysia, dan datang ke Surabaya seorang diri. Sesaat setelah dilakukan pemeriksaan x-ray terhadap barang bawaannya, terhadap penumpang berinisial WPK yang mendapat attensi pengawasan tersebut diminta menuju meja pemeriksaan Bea Cukai untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (pemeriksaan fisik barang bawaan dan wawancara). Dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan fisik barang bawaan serta wawancara di meja pemeriksaan Bea Cukai, petugas meminta penumpang berinisial WPK tersebut menuju ruangan pemeriksaan untuk dilakukan body search (pemeriksaan badan). Dari body search petugas menemukan 2 (dua) buah plastik berisi methamphetamine (shabu) yang dijahit di celana dalam penumpang berinisial WPK. Hasil uji laboratorium di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Tipe B Surabaya menunjukkan bahwa Kristal putih dalam bungkusan plastik tersebut adalah positif methampethamine (shabu).

Terhadap tersangka WPK dan barang bukti telah diserahterimakan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Peristiwa Kedua dengan Tersangka C

Selanjutnya pada hari Rabu tanggal 14 Mei 2014, Customs Narcotics Team (CNT) KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan Kantor Wilayah DJBC Jatim I telah menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis methamphetamine (shabu) dengan berat bruto 1.705 (seribu tujuh ratus lima) gram di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Juanda. Narkotika jenis methamphetamine (shabu) dimaksud dibawa oleh seorang penumpang pesawat Air Asia QZ-327 rute Kuala Lumpur - Surabaya, jenis kelamin perempuan, warga negara Indonesia berinisial C (27 th). Modus yang digunakan yaitu menyembunyikan methamphetamine (shabu) dengan cara dikemas dalam kemasan plastik yang disembunyikan di dalam tas tangan yang dimasukan dalam travel bag. Penggagalan penyelundupan methamphetamine (shabu) dengan berat bruto 1.705 (seribu tujuh ratus lima) gram ini telah menyelamatkan ± 3.410 generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba.

Kronologis kejadian adalah sebagai berikut :

Pada hari Rabu tanggal 14 Mei 2014 sekitar pukul 00.30 WIB pesawat Air Asia QZ-327 dari Kuala Lumpur mendarat di Bandara Internasional Juanda. Berdasarkan analisa manifest penumpang dan hasil profiling (pengamatan) yang dilakukan oleh petugas, terdapat penumpang pesawat Air Asia QZ-327 tersebut yang mendapat attensi pengawasan untuk dilakukan pemeriksaan mendalam. Penumpang yang mendapat attensi pengawasan adalah seorang perempuan berinisial C, lahir pada tanggal 7 Januari 1987, warga negara Indonesia, dan datang ke Surabaya seorang diri. Sesaat setelah dilakukan pemeriksaan X-ray terhadap barang bawaannya, petugas mencurigai sebuah travel bag berwarna hitam milik penumpang berinisial C tersebut. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik terhadap travel bag tersebut dan ditemukan 5 (lima) buah tas tangan yang berisi 20 (dua puluh) bungkus serbuk dan/atau kristal putih (masing-masing tas tangan berisi 4 (empat) bungkus). Hasil uji laboratorium di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Tipe B Surabaya menunjukkan bahwa serbuk dan/atau kristal putih dalam bungkusan tersebut adalah positif methampethamine (shabu).

Terhadap tersangka C dan barang bukti telah diserahterimakan ke Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Timur untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Ancaman Hukuman

  1. Shabu berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika merupakan Narkotika Golongan I. Penyelundupan Narkotika Golongan I ke Indonesia adalah pelanggaran pidana sesuai Pasal 113 ayat 1 dan 2 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp. 10 milyar. Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3.
  2. Undang-Undang Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan Pasal 102 bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000,- dan paling banyak Rp. 5.000.000.000,-.

Penggagalan upaya penyeludupan sabu / methamphetamine ini merupakan kerja sama yang baik dan terintegrasi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (CNT KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan Kantor Wilayah Jawa Timur I serta BPIB Tipe B surabaya), Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim, BNN Provinsi Jatim, Pengamanan Bandara (LANUDAL, POM AL dan Avsec PT. Angkasa Pura I), dan Imigrasi Bandara Juanda (Bidang Darinsuk).