• A1.jpg
  • A2.png
  • A3.png
  • A4.png
  • A5.JPG
  • A6.png
  • A7.png

Bea Cukai Juanda Semarakkan Majapahit Travel Fair 2018 di Grand City Surabaya

(Surabaya, 18/4/18) Bea Cukai Juanda bersama dengan kantor Bea Cukai dibawah Kantor Wilayah DJBC Jatim I, berpartisipasi dalam acara Majapahit Travel Fair yang dilaksanakan pada tanggal 12 - 15 April 2018 di Exhibition Hall Grand City Surabaya.

 

Sejak hari pertama Booth Kanwil DJBC Jatim I ramai didatangi para pengunjung MTF yang tertarik dan ingin tahu tentang bea cukai terkait kepabeanan dan cukai, selain itu emudian berbagai games seru disajikan oleh booth Kanwil DJBC Jatim I. Hari pertama diawali dengan talkshow dengan tema “Fasilitas Kepabeanan Pendukung Industri dan Investasi” juga menghadirkan narasumber dari beberapa kantor Bea Cukai dilingkungan Kanwil DJBC Jatim I.

 

Tidak cukup sampai disitu, Bea Cukai menampilkan atraksi anjing pelacak K-9 yang mencuri hati para pengunjung Majapahit Travel Fair. Pada hari terakhir, Minggu, 15 April 2018 pada saat penutupan Bea Cukai Juanda dalam Majapahit Travel Fair mempersembahkan berbagai kegiatan menarik yang mampu mencuri hati pengunjung.

 

Diawali dengan Opera pegawai Bea Cukai Juanda dengan dengan judul “Jauhi Narkoba, Dekati Saya!” yang seru dan menarik. Kemudian dilanjutkan pembagian Doorprize berupa 2 unit LED TV serta talkshow oleh Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto dengan tema Talkshow “Aman dan Nyaman Berbelanja Diluar Negeri”. Booth Bea Cukai Kanwil DJBC Jatim I juga mendapatkan penghargaan “Best Performance” dalam acara Majapahit Travel Fair.

 

 

 

 

LAGI-LAGI !!! BEA CUKAI JUANDA BERHASIL GAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN SABU DALAM SEMINGGU

Sidoarjo (03/04/18) - Berkat kejelian petugas Bea Cukai Juanda berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan narkoba. Penyelundupan pertama dilakukan oleh WNA asal Vietnam berinisial NTTH (25 Th). Pada tanggal 19 Maret 2018 sekitar pukul 20.30 WIB, pesawat Jetstar (3K 249) rute Singapore (SIN) – Surabaya (SUB) mendarat di Bandara Internasional Juanda. Petugas curiga terhadap koper milik penumpang berinisial NTTH. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, petugas menemukan Kristal putih yang diduga Sabu (Methamphetamine) seberat ± 1.175 gr (seribu seratus tujuh puluh lima gram) yang disembunyikan dengan cara disamarkan sebagai alas koper. NTTH menyatakan bahwa koper yang ia bawa merupakan pemberian dari temannya yang ia temui di Bangkok, Thailand, semalam sebelum keberangkatannya menuju Surabaya.

 

Tiga hari kemudian, pada tanggal 22 Maret 2018 sekitar pukul 11.00 WIB penumpang berinisial NV (29Th), Perempuan, WNI dengan pesawat Air Asia (XT-321) rute Kuala Lumpur (KUL) – Surabaya (SUB) mendarat di Bandara Internasional Juanda. Petugas mencurigai kardus berisi pakaian yang dibawa oleh NV yang dianggap tidak wajar. Petugas menemukan Kristal putih yang diduga Sabu (Methamphetamine) seberat ± 1.240 gr (seribu dua ratus empat puluh gram) yang diselipkan didalam rongga dinding kardus. Berdasarkan hasil uji Laboratorium Bea Cukai, BPIB Tipe B Surabaya terhadap Kristal putih tersebut menunjukkan hasil positif Sabu (Methamphetamine). Pelaku mengaku bahwa barang tersebut merupakan titipan dari temannya di Malaysia dan mengaku akan diberikan ganjaran uang apabila berhasil membawa barang tersebut ke Indonesia.

 

Penyelundupan Narkotika Golongan I ke Indonesia merupakan pelanggaran pidana yang sesuai Pasal 113 ayat 1 dan 2 diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 10 milyar. Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3 (sepertiga).

 

  

 

Dua Kali Dalam Seminggu Bea Cukai Juanda Berhasil Gagalkan Upaya Penyelundupan Sabu

Surabaya (27/03/18) - Bea Cukai Juanda mengadakan Press Conference Penggagalan Penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP). Akibat aksi nekatnya seorang penumpang pesawat Air Asia (XT-327) rute Kuala Lumpur (KUL) – Surabaya (SUB) diamankan oleh petugas Bea Cukai Bandara Internasional Juanda, (12/03/18).

Sebelumnya P (26, WNI, laki-laki) dicurigai oleh petugas Bea Cukai Juanda, setelah dilakukan wawancara dan rontgen. Ditemukan benda asing pada image rontgen dubur (anus) pria tersebut. Dari hasil pemeriksaan terdapat 2 (dua) bungkus bubuk kristal putih yang dibungkus dengan plastik hitam dengan total bruto ±137 gr (seratus tiga puluh tujuh gram). Setelah dilakukan uji narcotest oleh Laboraorium Bea Cukai, BPIB Tipe B Surabaya terhadap Kristal putih tersebut menunjukan hasil positif Sabu (Methamphetamine).

Pada hari Jumat tanggal 16 Maret 2018 sekitar pukul 15.15 WIB penumpang berinisial S (36 Th), Perempuan, WNI dengan pesawat Air Asia (XT-327) rute Kuala Lumpur (KUL) – Surabaya (SUB) mendarat di Bandara Internasional Juanda. Petugas mencurigai kardus berisi rice cooker yang tidak wajar. Petugas melakukan pemeriksaan mendalam dan menemukan kristal putih Kristal putih yang diduga Sabu (Methamphetamine) seberat ± 925 gr (sembilan ratus dua puluh lima gram) yang dikamuflase dengan bawang putih dan bawang merah didalam rice cooker.

Setelah dilakukan uji narcotest oleh Laboratorium Bea Cukai, BPIB Tipe B Surabaya terhadap Kristal putih tersebut menunjukkan hasil positif Sabu (Methamphetamine). Pelaku mengaku bahwa barang tersebut merupakan titipan dari temannya dan mengaku akan diberikan ganjaran uang apabila berhasil membawa barang tersebut ke Indonesia. Selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur untuk proses dan pengembangan lebih lanjut

 

Penyelundupan narkotika golongan ini merupakan pelanggaran pidana sesuai Pasal 113 ayat 1 dan 2 diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 10 milyar. Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3 (sepertiga).

Berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, pada Pasal 102 disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000,- dan paling banyak Rp. 5.000.000.000,-.

Penggagalan upaya penyelundupan Narkotika ini (total ± 1.062 gr) telah menyelamatkan 5.310 (lima belas ribu tiga ratus sepuluh) jiwa generasi muda Indonesia dengan perhitungan 1 gram sabu dikonsumsi oleh 5 orang. Penggagalan upaya penyeludupan ini merupakan kerjasama yang baik dan terintegrasi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Customs Narcotics Team KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda, Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, dan Laboratorium Bea Cukai BPIB Tipe B Surabaya), Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur, Imigrasi Bandara Juanda (Bidang Darinsuk), dan Pengamanan Bandara (LANUDAL, POM AL dan Avsec PT. Angkasa Pura I).

 

 

Bea Cukai Juanda Deklarasikan Sadar PUG “Sinergi Tanpa Pembedaan”

(19/03/2018) Pada Senin 19 Maret 2018 Bea Cukai Juanda menyelenggarakan internalisasi Implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) kepada seluruh pegawai mengenai konsep dan tujuan PUG. Sebagai nara sumber pada kesempatan itu adalah Ibu Lenni Ika Wahyudiasti mantan ketua Tim Pug Bea Cukai Tanjung Perak yang telah berpengalaman dalam mengikuti lomba implementasi PUG dan berhasil meraih predikat tertinggi dalam Lomba Kantor Pengimplementasi PUG tingkat Kementerian Keuangan.

Sebagaimana diketahui tujuan umum PUG adalah memastikan seluruh kebijakan, program dan  kegiatan  Kementerian Keuangan telah adil dan setara bagi perempuan dan laki-laki. Sedangkan tujuan khususnya adalah :

  1. Memastikan bahwa seluruh jajaran Kementerian Keuangan memahami konsep, prinsip dan strategi PUG dalam penyelenggaraan pembangunan yang menjadi tugas, fungsi dan kewenangan Kemenkeu
  2. Memastikan adanya keberlanjutan, pelestarian dan pengembangan kualitas penyelenggara PUG di Kemenkeu

Di sesi terakhir, ibu Leny Ika memberikan bimbingan khusus kepada tim PUG Bea Cukai Juanda dalam mempersiapkan mengikuti lomba implementasi PUG ditingkat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan tingkat Kemenkeu nantinya. Acara diakhiri dengan penandatanganan Deklarasi Sadar PUG sebagai bentuk kesungguhan Bea Cukai Juanda untuk mendukung implementasi PUG di lingkungan Bea Cukai Juanda yang memiliki MOTTO : SINERGI TANPA PEMBEDAAN.

 

 

anti korupsi

355213
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Minggu Lalu
Bulan Lalu
Total
96
198
1121
346880
5972
5283
355213

IP anda : 54.166.245.10
Tanggal : 26-05-2018