Berita

Previous Next

IMPORTIR CERMAT - CUSTOMS CLEARANCE MAKIN CEPAT

 
BC Juanda Gelar Sosialisasi Pemeriksaan Fisik Barang & Nilai Pabean
Sidoarjo - Rabu, (7/9/2022) Bea Cukai Juanda menggelar Sosialisasi Pemeriksaan Fisik Barang & Penetapan Nilai Pabean. Dilaksanakan secara daring, sosialisasi kali ini menghadirkan dua Pejabat Pemeriksa Fisik dan seorang Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai (PKC) sebagai narasumber. Lebih dari 150 peserta dengan berbagai latar belakang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Himawan Indarjono.
Bea Cukai sebagai instansi pemerintah yang bergerak di sektor lalu lintas barang internasional disamping memiliki tugas pengawasan juga memiliki fungsi sebagai fasilitator perdagangan para pelaku ekonomi. Dalam hal ini Bea Cukai Juanda hadir di tengah-tengah masyarakat memberikan edukasi secara langsung demi terselenggaranya customs clearance yang lancar, cepat, aman dan transparan.
Mengangkat tema pemeriksaan fisik barang & penetapan nilai pabean, sosialisasi kali ini memaparkan berbagai bahasan, mulai dari dasar hukum pemeriksaan fisik barang dan nilai pabean, nilai yang digunakan sebagai dasar penghitungan bea masuk dan pajak dalam rangka impor, incoterms, dan berbagai hal menarik lainnya. Pada sesi pertama Hafizh Adam dan Andi Suhartono, Pemeriksa Bea Cukai, memaparkan ketentuan pemeriksaan fisik barang impor. Pemeriksaan fisik barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh pejabat pemeriksa fisik untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifkasian, dan penetapan nilai pabean. “Pemeriksaan fisik barang memiliki dua ruang lingkup, yakni jalur hijau dengan penelitian dokumen dilakukan setelah barang keluar dan jalur merah dengan penelitian dokument serta pemeriksaan fisik dilakukan sebelum barang keluar”, jelas Andi. “Dalam hal pemberitahuan impor mendapatkan penetapan jalur merah, maka importir/PPJK yang dikuasakan melaporkan Pemberitahuan Kesiapan Barang (PKB) impor yang akan diperiksa paling lambat pukul 12.00 pada hari kerja berikutnya setelah diterbitkannya SPJM (Surat Penetapan Jalur Merah)”, tambah Hafizh. Narasumber menghimbau para importir agar cermat dalam menyampaikan Pemberitahuan Impor Barang maupun dokumen pelengkap pabean.
Pada sesi kedua, Kepala Seksi PKC VI, Jliteng Wibowo memaparkan materi terkait Penetapan Nilai Pabean. Untuk menetapkan nilai pabean, sebelumnya perlu menentukan nilai transaksi, nilai ini ditetapkan berdasarkan suatu transaksi jual beli dimana ada penjual yang menyerahkan barang dan menerima pembayaran serta ada pembeli yang melakukan pembayaran dan menerima barang. Bowo berpesan, ”Untuk memberikan kemudahan dalam penetapan niali pabean maka nilai transaksi yang digunakan dalam perhitungan nilai pabean yaitu incoterms CIF”. Incoterm CIF mencakup keseluruhan nilai yang dilakukan dalam sustu transaksi, diantaranya adalah cost atau nilai barang, insurance atau premi asuransi atas pengiriman barang serta freight atau ongkos kirim barang dari penjual ke pembeli di dalam daerah pabean.
Previous Next

ASISTENSI LANJUTAN CEISA 4.0 LAYANAN EKSPOR

 
Bincang Monev CEISA 4.0 Ekspor
Sidoarjo - CEISA 4.0 Layanan Ekspor semakin siap diimplementasikan secara luas untuk memperlancar proses bisnis kepabeanan para pelaku ekspor. Melanjutkan asistensi bulan lalu, Selasa (6/9/2022) Bea Cukai Juanda bekerjasama dengan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (Dit. IKC) melaksanakan Monitoring, Evaluasi, dan Pelatihan CEISA 40 Ekspor bagi Pengguna Jasa di Lingkungan Bea Cukai Juanda. Sebanyak lebih dari 30 eksportir dan PPJK hadir di aula kantor untuk mengikuti asistensi sing ini.
Kegiatan yang digelar hari ini merupakan tindak lanjut atas pelaksanaan uji coba terbatas terhadap CEISA 4.0 Layanan Ekspor yang telah dimulai 16 Augustus lalu. Mengawali kegiatan, Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Himawan Indarjono membuka acara sekaligus menyambut para peserta. “Perubahan adalah suatu keniscayaan, perkembangan modul ekspor menuju CEISA 4.0 merupakan sebuah tuntutan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi yang harus dilakukan dan dihadapi bersama”, tuturnya. Himawan mengajak seluruh peserta untuk berkontribusai terhadap pengembangan sistem ini dengan memberikan saran dan masukan terhadap sistem yang telah diujikan.
Memasuki acara inti, Kepala Seksi Pengembangan Sistem Informasi II, Puji Suharso selaku narasumber menggali berbagai kendala dan permasalahan yang dialami para peserta ketika menyampaikan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) melalui CEISA 4.0. Pada sesi ini narasumber dan para peserta aktif saling berbagi informasi serta memberikan solusi, saran dan masukan atas pengimplementasian CEISA 4.0 Layanan Ekspor. Nantinya masukan yang ditampung akan dibahas lebih lanjut oleh Tim Dit. IKC sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan sistem.
Perbaikan terhadap sistem merupakan hal yang senantiasa dilakukan Bea Cukai. Bea Cukai berkomitmen untuk menghadirkan fasilitas yang mudah diakses serta layanan yang modern dan lancar untuk masyarakat pelaku usaha. Dengan demikian kegiatan ekspor dapat semakin lancar sehingga mampu mendorong produk lokal ke kancah global dan mendokngkrak penerimaan negara.
Previous Next

DONGKRAK PENERIMAAN & WUJUDKAN SDM KUAT TUK BEA CUKAI HEBAT

 
Apel Rutin dan Rapat DKO September 2022
Sidoarjo - Mars Bea dan Cukai mewarnai khidmatnya apel rutin bulan September 2022. Sikap Dasar DJBC sebagai pedoman nilai setiap pegawai Bea Cukai pun tak ketinggalan untuk diucapkan oleh seluruh pegawai agar benar-benar terpatri di dalam jiwa. Selasa pagi, (6/9/2022) Bea Cukai Juanda menyelenggarakan apel rutin di halaman kantor. Kupang Muhammad Luqman, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai IV bertindak sebagai Pembina Apel.
Kesempatan apel dimanfaatkan Bea Cukai Juanda untuk menyampaikan target dan capaian organisasi setiap bulannya. Mengawali amanatnya, Kupang mengungkapkan apresiasi atas pelaksanaan apel rutin. Selanjutnya Pembina Apel menyampaikan bahwa target penerimaan Bea Cukai Juanda ditingkatkan dari yang telah ditetapkan sebelumnya. Sampai dengan bulan Agustus, Bea Cukai Juanda telah mencapai target penerimaan sebesar 60%. “Ini bukanlah hal yang mudah mengingat waktu yang tersisa tinggal empat bulan, akan tetapi dengan bekerjasama pencapaian target ini tidaklah sulit”, jelas Kupang. Poin kedua yang disampaikan Pembina Apel adalah terkait sarana prasarana, “Kantor telah memfasilitasi kita dengan berbagai sarpras, mulai tempat kerja yang nyaman hingga fasilitas olahraga yang memadai. Saya harap hal ini dapat kita manfaatkan sebaik mungkin untuk menunjang kesehatan”. Diharapkan dengan SDM yang sehat dan kuat mampu mewujudkan Bea Cukai yang semakin hebat.
Usai pelaksanaan apel, Bea Cukai Juanda melanjutkan kegiatan dengan Rapat Management Risiko dan Dialog Kinerja Organisasi secara daring. Dalam kesempatanannya, Himawan Indarjono, Kepala Kantor menyampaikan beberapa hal antara lain monitoring evaluasi Standard Kerja Layanan ISO, penggunaan multimoda, dan kebutuhan SDM dalam rangka peningkatan kualitasi kompetensi pegawai.
Penggunaan multimoda memberikan kemudahan para pelaku usaha, baik untuk kegiatan ekspor maupun impor. Diharapkan multimoda memberikan efek positif bagi pelaku usaha sekaligus mendorong pengimplementasian NLE khususnya di lingkungan Bea Cukai Juanda.
Dalam hal Kebutuhan SDM diperlukan daftar rincian kerja sehubungan dengan penyesuaian pemetaan penempatan pegawai agar sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing seksi.
Selanjutnya rapat DKO diakhiri dengan diskusi Saluran Aspirasi Pegawai atau program Uneg-Uneg.

Jalan Raya Bandara Juanda KM. 3-4 Sidoarjo. Jawa Timur 61253. Indonesia

Link - link

The way you treat your job, is the way you treat your country.

”Lakukan pekerjaanmu dengan kebanggaan, loyalitas kerendahan hati dan ambisi untuk menjadi lebih baik lagi. Karena setiap prestasi yang kita raih, berarti meningkatkan harapan masyarakat untuk lebih maju lagi"

 - Sri Mulyani -