DOA BERSAMA DAN DUKUNG VAKSINASI WUJUDKAN INDONESIA SEHAT

Jakarta – Mengawali lembaran baru di tahun 2021, DJBC menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kinerja 2020 dan Strategi 2021. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan Channel Youtube Kanal Bea Cukai tersebut diawali dengan Acara Doa Bersama dan Internalisasi Vaksin COVID-19 DJBC yang diikuti oleh seluruh Pejabat dan Pegawai DJBC seluruh penjuru negeri.
 
 
Acara dimulai tepat pukul 7.30 WIB pada hari Rabu (21/01). Dalam kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari ini, acara diawali dengan pembacaan Sikap Dasar Pegawai DJBC lalu dibuka dengan sambutan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi. Dalam sambutannya, Heru Pambudi menyampaikan bahwa pentingnya untuk tetap memegang dan menjalankan sikap dasar pegawai DJBC dalam melaksanakan tugas. Dirjen Bea Cukai juga menyampaikan perlunya melakukan doa dalam keseharian.
 
 
Dalam kesempatan ini, Doa Bersama dibawakan dengan 5 tata cara agama, yaitu Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, serta Buddha. Doa Bersama ini ditujukan untuk memohon kemudahan dalam melaksanakan tugas kedepannya, memohon untuk selalu diberikan kesehatan serta mendoakan seluruh jajaran DJBC dan negeri tercinta.
 
Acara dilanjutkan dengan Internalisasi Vaksin COVID-19 DJBC yang menghadirkan Prof., dr. Ascobat Gani, MPH., Dr.PH sebagai narasumber. Dalam pemaparannya yang berjudul “Urgensi Vaksin COVID-19”, narasumber menyampaikan bahwa penyebaran virus COVID-19 ini dapat terjadi dimana saja termasuk di rumah dan di lingkungan kantor, sehingga diharapkan seluruh lapisan masyarakat untuk tetap patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Beliau juga menyampaikan untuk tetap mendukung upaya Pemerintah dalam hal penanganan Pandemi COVID-19 yang salah satunya adalah vaksinasi.
Usai Internalisasi Vaksin COVID-19 DJBC, acara dilanjutkan Rapat Koordinasi Kinerja 2020 dan Strategi 2021 yang dilaksanakan secara internal melalui aplikasi Zoom.

 

PRESTASI DI AWAL TAHUN : 6 KG SABU DIAMANKAN 12 RIBU GENERASI BANGSA TERSELAMATKAN

SIDOARJO – Masih dalam masa pandemi, mengawali tahun 2021 Bea Cukai Juanda kembali berhasil menggagalkan tindak pidana berat/Extraordinary Crime berupa upaya penyelundupan Methampetamine (sabu-sabu) dan MDMA (Ecstasy) ke wilayah Republik Indonesia melalui Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional T-2 Juanda. Situasi pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung hampir satu tahun tidak menjadi hambatan bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam melakukan kegiatan pengawasan yang dilakukan secara terus menerus dan maksimal terhadap upaya-upaya pelanggaran hukum.
Kamis pagi (14/01/2021) Bea Cukai Juanda bersinergi dengan Polresta Sidoarjo menggelar Press Conference Pengungkapan Kasus Penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP). Kegiatan digelar di halaman Polresta Sidoarjo dengan menerapka protokol kesehatan.
Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto menjelaskan kronologis penindakan upaya penyelundupan NPP yang terjadi pada hari Senin (4/1) lalu. Burmula dari pendaratan Pesawat Air Asia (QZ321) rute Kuala Lumpur – Surabaya, petugas Bea Cukai Juanda mengamati gerak-gerik dua penumpang yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap penumpang dan barang bawaannya, didapati 18 bungkus kristal berwarna putih berukuran kecil dan 6 (enam) bungkus kristal berwarna putih berukuran besar, yang disebar dan disembunyikan di dalam 6 (enam) pcs lampu sorot LED dalam barang bawaan a.n. Rizal. Selain itu penumpang bernama Holil kedapatan membawa 25 bungkus kristal berwarna putih berukuran kecil, 30 butir pil berwarna hijau, 30 butir pil berwarna coklat dan 40 butir pil bewarna jingga yang diduga MDMA (total 100 butir) disebar dan disembunyikan di dalam 2 set kipas angin gantung. Kedua penumpang tersebut merupakan WNI asal Sampang dan Pemekasan.
Terhadap kristal putih dan pil tersebut dilakukan uji lab di Balai Laboratorium Bea Cukai Kelas II Surabaya dan hasilnya kedapatan positif Methamphetamine (sabu-sabu) serta terhadap pil tersebut hasilnya kedapatan positif MDMA (Ecstasy). Dengan demikian Bea Cukai Juanda telah berhasil mengamankan sebanyak ± 6.045 (enam ribu empat puluh lima) gram Methamphetamine (sabu-sabu) dan 100 (seratus) butir MDMA (Ecstasy). Selanjutnya, Bea Cukai Juanda melakukan serah terima dengan Polresta Sidoarjo untuk pengembangan lebih lanjut.
Penggagalan upaya penyelundupan NPP kali ini telah menyelamatkan 12.290 jiwa generasi muda Indonesia dengan perhitungan 1 gram narkotika dikonsumsi oleh 2 orang. Penggagalan upaya penyeludupan Narkotika Golongan I ini merupakan sinergi yang baik dan terintegrasi antara DJBC (CNT KPPBC TMP Juanda, Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, dan Laboratorium Bea Cukai BLBC Kelas II Surabaya), Polresta Sidoarjo, Imigrasi Bandara Juanda dan Pengamanan Bandara (LANUDAL, POM AL dan Avsec PT. Angkasa Pura I).

 

TARGET 2020 TERPENUHI, BEA CUKAI JUANDA LECUT SEMANGAT BARU DI 2021

 
Kamis (07/01/2021) Bea Cukai Juanda menyelenggarakan Rapat Dialog Organisasi (DKO) atas capaian kinerja tahun 2020.

Follow Instagram Kami

[powr-social-feed id="b74b3f2f_1593082502"]

The way you treat your job, is the way you treat your country.

"Lakukan pekerjaanmu dengan kebanggaan, loyalitas kerendahan hati dan ambisi untuk menjadi lebih baik lagi.
Karena setiap prestasi yang kita raih, bearti meningkatkan harapan masyarakat untuk lebih maju lagi"

- Sri Mulyani -

Main Menu