Previous Next

BC Juanda Gelar Kelas Bimbingan Nilai Pabean

JCC JILID III Sidoarjo (19/04/2022) - Juanda Customs Class! “Know More!”, begitu semangat peserta JCC mewarnai kelas bimbingan kepabeanan yang digelar pagi ini. Sobat Juanda, tahukah kamu nilai yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) atau biasa dikenal dengan Nilai Pabean merupakan salah satu unsur yang harus kita ketahui sebelum melakukan impor. Nah topik ini menjadi bahasan bersama dalam Juanda Customs Class (JCC) Jilid III yang dibawakan oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai IV, Kupang Muhammad Luqman. JCC digelar secara daring dan diikuti lebih dari 140 peserta dari berbagai latar belakang. Mengawali kegiatan, Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Himawan Indarjono menyambut para peserta dan memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta. Dalam sambutannya, Himawan mengungkapkan bahwa Bea Cukai memiliki wewenang untuk menentukan nilai pabean baik yang diberitahukan secara self assessment maupun official assesment. Karenanya pemahaman pelaku perdagangan internasional terhadap nilai pabean sangatlah penting. Mengangkat topik Ketentuan Nilai Pabean, narasumber memaparkan serangkaian ketentuan terkait hal ini, mulai dari dasar hukum nilai pabean, metode penetapan nilai pabean, dan berbagai hal menarik lainnya. Pada kesempatan ini narasumber juga menjelaskan metode penetapan nilai pabean berdasarkan Pasal 15 UU No. 10/1995 Jo. UU No. 17/2006 tentang kepabeanan yang mengaturnya kedalam enam metode yang harus diterapkan secara hierarki. Tak hanya memberi pengetahuan, JCC juga menjadi wadah diskusi Sobat Juanda. Usai pemaparannya, narasumber memberikan kesempatan para peserta untuk menyampaikan pertanyaan. Pada sesi ini, Kepala Kantor dan Kepala Seksi terkait turut memberi penjelasan atas pertanyaan peserta. “Apabila ada keraguan atau memerlukan informasi lebih untuk menentukan Nilai Pabean, silakan meminta penjelasan kepada petugas. Bea Cukai membuka mekanisme konsultasi nilai pabean yang dapat bapak/ibu akses melalui Ceisa 4.0”, terang Himawan menanggapi salah seorang penanya. Hal tersebut juga dapat dilakukan melalui mekanisme Instruksi Nilai Pabean (INP) dan Deklarasi Nilai Pabean (DNP). Importir harus menyampaikan nilai pabean secara benar sehingga petugas dapat menetapkannya secara akurat dan tidak perlu ada tambah bayar. “Faktor kejujuran dan itikad baik importir sangat menentukan proses assesment, sebagai aparat fiskal kami akan melaksanakan tugas memungut pajak dengan baik sesuai dengan informasi yang bapak/ibu berikan”, tutup Kupang. Acara berjalan lancar dan penuh antusias, diakhir sesi juga diadakan quiz menarik berhadiah. Nantikanlah Kelas JCC berikutnya dan sampai jumpa. “JCC - Know More!”