TELUSURI ROKOK ILEGAL VIA PJT BC Juanda Gempur Rokok Ilegal

Sidoarjo (31/08/2021) Peredaran rokok ilegal yang begitu marak di kalangan masyarakat mengakibatkan penerimaaan negara di bidang cukai berkurang. Hal ini menciderai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang berperan penting dalam pembiayaan kesehatan, penegakan hukum, dan kesejahteraan petani maupun pekerja di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT). Di sisi lain peredaran rokok ilegal akan menyebabkan persaingan yang tidak sehat antara produsen legal dengan yang ilegal, sehingga keberlangsungan industri hasil tembakau yang legal menjadi terganggu.
 
Menyikapi hal tersebut, Bea Cukai Juanda hadir dan berkomitmen untuk memberantas peredaran rokok ilegal. Fungsi Community Protector menjadi mandat resmi Bea Cukai untuk melaksanakan tugas pengawasan demi melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal. Selama tahun 2021 Bea Cukai Juanda terus melaksanakan operasi pasar menelusuri Perusahaan Jasa Titipan (PJT) untuk menggempur peredaran rokok ilegal. Hingga Agustus 2021 Bea Cukai Juanda berhasil mengamankan sebanyak 2.037.184 batang rokok ilegal dengan total kerugian negara sebesar Rp 1.348.963.979.
 
Di samping menjalankan tugas pengawasan, Bea Cukai Juanda juga melaksanakan edukasi seputar rokok ilegal. Kampanye rokok yang tidak dilekati pita cukai atau biasa disebut rokok polos sebagai salah satu ciri rokok ilegal tak henti-hentinya digaungkan. Operasi Pasar dan sosialisasi bahaya Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKCHT) ilegal pun terus dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia untuk mengurangi peredaran rokok ilegal yang ada di masyarakat. Bea Cukai Juanda bekerjasama dengan kantor Bea Cukai se-wilayah Kanwil DJBC Jatim I juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat memastikan rokok yang dijualnya dilekati pita cukai. Tak ketinggalan Perusahaan Jasa Titipan sebagai agen ekspedisi pengiriman barang turut digandeng dalam upaya menekan peredaran rokok ilegal.
 
Diharapkan gerakan gempur rokok ilegal ini mampu mewujudkan industri hasil tembakau dalam negeri tumbuh kearah yang lebih baik.