PAHAMI KETENTUAN BARANG BAWAAN PENUMPANG: JCC Jilid 5

Ngomogin barang bawaan penumpang, Kamis 27 Mei 2021 Bea Cukai Juanda kembali hadir dengan program rutin bulanannya “Juanda Customs Class” Pada bulan ini JCC telah memasuki Jilid yang ke lima dan berhasil mengajak masyarakat luas untuk semakin memahami beragam ketentuan kepabeanan.
Dibawakan oleh moderator yang komunikatif, JCC bulan Mei mengundang dua narasumber berkompeten yang telah lama menggeluti dunia kepabeanan di terminal kedatangan internasional. Kupang Muhammad Luqman, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai ditemani Chondro Yuwono, Pemeriksa Bea dan Cukai hadir membawakan materi ketentuan barang bawaan penumpang.
 
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut terdapat beberapa kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang penumpang, diantaranya adalah memberitahukan barang bawaannya menggunakan Customs Declaration atau BC 2.2. Nantinya barang penumpang akan dikategorikan sebagai barang personal use atau non personal use. Barang Personal Use diberikan pembebasan Bea Masuk dan PDRI sebesar USD 500 per orang per kedatangan, atas kelebihannya dikenakan Bea Masuk 10%, PPN 10% dan PPh 7,5% (dengan NPWP) atau 15% (tanpa NPWP), khusus awak sarana pengangkut diberikan pembebasan USD 50. Sedangkan barang yang dikategorikan sebagai Non Personal Use dikenakan pembebanan tarif sesuai Buku Tarif Kepabeanan Indonesia. Nilai Pabean ditetapkan berdasarkan keseluruhan barang impor.
Selain itu, JCC juga membahas ketentuan registrasi IMEI sesuai SE-12/BC/2020 dan PER-05/BC/2020. Narasumber menyampaikan bahwa HP, komputer genggam dan tablet (HKT) yang dibeli dari luar negeri perlu didaftarkan IMEI nya (agar dapat digunakan dengan simcard Indonesia) serta diperlakukan sebagai barang impor sehingga wajib memenuhi ketentuan kepabeanan. “Pastikan saat datang dari luar negeri HKT telah diregistrasikan secara mandiri melalui laman www.beacukai.go.id/imei agar dapat mengakses jaringan di Indonesia”, papar Chondro. HKT akan dikenai tarif Bea Masuk sebesar 10%, PPN 10% dan PPh 10% (ada NPWP) atau 20% tanpa NPWP. Apabila tidak meregitrasikan saat kedatangan di terminal, HKT tetap dapat diregistrasikan melalui kantor Bea Cukai terdekat dengan domisili tanpa mendapat pembebasan USD 500.
Nantikan Kelas-kelas berikutnya dan sampai jumpa. Jangan lupa Like, Share dan Tag teman2 kalian di kolom komentar ya.
“JCC - Know More!”