PEMANTAUAN KODE ETIK DAN PERILAKU

Dalam rangka meningkatkan kinerja, Bea Cukai Juanda melaksanakan Dialog Kinerja Organisasi pada Senin, 8 Maret 2021 yang merupakan agenda rutin setiap bulan. Bertempat di Ruang Aula Kantor Bea Cukai Juanda, rapat dihadiri oleh seluruh pejabat eselon IV dan pegawai dengan metode semi-daring dan dipimpin oleh Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto.
 
Selain membahas pencapaian kinerja pada bulan Februari, terdapat beberapa fokus diskusi yang sempat disinggung yaitu atensi pada penerimaan negara pada bulan tersebut yang perlu dioptimalkan lagi untuk ke depannya dan kendala pada perhitungan realisasi untuk janji layanan PIB Jalur Merah dan Kuning sebagai dampak dari penggunaan CEISA 4.0. Akan tetapi, atas kendala tersebut telah dilakukan koordinasi dengan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai oleh Seksi Pengolahan Data dan Administrasi Dokumen dan akan dilanjutkan untuk menunjang capaian kinerja yang lebih baik lagi. Sekedar informasi, CEISA 4.0 merupakan sistem kepabeanan dan cukai untuk submit dokumen PIB yang telah diimplementasikan mulai Desember tahun lalu di Bea Cukai Juanda.
 
Selanjutnya, kode etik dan perilaku pegawai dalam kesempatan ini juga dibahas bersama mengingat kode etik dan perilaku merupakan faktor penting untuk menjaga martabat dan kehormatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Keuangan, khususnya di Bea Cukai Juanda. Pembahasan tentang kode etik dan perilaku ini diberikan sebagai early warning system bagi seluruh pejabat dan pegawai agar dapat bersikap, bertingkah laku, dan berbuat baik dalam melaksanakan tugas maupun pergaulan hidup sehari-hari.
 
 
Rangkaian metode pemantauan dalam rangka menerapkan kode etik dan perilaku atas pegawai di lingkungan Bea Cukai Juanda antara lain inspeksi mendadak (SIDAK), pemantauan atas kehadiran/absensi pegawai, keberadaan pegawai pada jam kerja, pengisian my task pada aplikasi Nadine Kemenkeu dan pemantauan media sosial pegawai (Whatsapp dan Instagram pegawai).
Rapat DKO bulan ini diharapkan dapat memberikan semangat yang lebih tinggi lagi untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan. Serta, pada sisi lain, pembahasan tentang kode etik dan perilaku ASN dapat dijadikan acuan dan pedoman untuk bersikap dan bertingkah laku oleh pegawai baik dalam bertugas maupun dalam pergaulan sehari-hari.