GEMPUR! BC JUANDA TINDAK ROKOK & HP ILEGAL - Presscon HP Ilegal dan Pemusnahan BDN

Sidoarjo - Rabu (3/3/2021) Bea Cukai Juanda menyelenggarakan Pemusnahan Barang Yang Dikuasai Negara (BDN) serta Pressconference penggagalan pembawaan HP ilegal asal Kawasan Bebas Batam. Bertempat di halaman kantor, kegiatan dihadiri oleh Aparat Penegak Hukum di lingkungan Bandara Internasional Juanda serta Perusahaan Jasa Titipan (PJT).
 
Berdasarkan data dari bulan Oktober 2020 sampai Februari 2021 Bea Cukai Juanda telah melakukan 848 penindakan rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai (rokok polos) sejumlah 2.033.360 batang berbagai merek dan 59 penindakan impor barang kiriman berupa 84 sex toys. Barang-barang ini berasal dari impor barang kiriman dan barang bawaan penumpang. Atas penindakan tersebut 1,2 juta rokok ilegal dan sex toys dimusnahkan pada hari ini sedangkan 750.484 batang rokok lainnya masih dalam proses penyelesaian berdasarkan ketentuan yang berlaku.
 
Di sisi lain, Bea Cukai Juanda bersama dengan Satgas PAM Lanudal Juanda berhasil menggagalkan upaya pembawaan HP ilegal asal Kawasan Bebas Batam tujuan Surabaya melalui Terminal 1 Bandara Juanda (domestik). Penindakan bermula dari informasi Bea Cukai Batam terkait adanya penumpang yang membawa HP tanpa dilengkapi dokumen pabean. Selanjutnya dilakukan koordinasi hingga berhasil membuahkan tangkapan lebih dari dua ratus unit iPhone berbagai jenis dan tipe. Perkiraan nilai barang keseluruhan HP adalah Rp 1.564.740.000.
 
Dalam keterangannya, Budi Harjanto, Kepala Kantor Bea Cukai Juanda menjelaskan bahwa pembawaan HP dari Kawasan Bebas Batam harus dilengkapi dengan PPFTZ-01 sebagaimana diatur PMK No 84/PMK.04/2019. Selain itu Permendag No 41/M-DAG/PER/5/2016 menyatakan bahwa importir yang akan melakukan impor Telepon seluler, Komputer Genggam dan Komputer Tablet harus mendapatkan PI serta dilakukan verifikasi atau penelusuran teknis impor di pelabuhan muat yang dituangkan dalam bentuk Laporan Surveyor (LS) sebagai dokumen pelengkap pabean. Ketentuan dalam Peraturan Menteri ini tidak berlaku terhadap impor yang merupakan barang pribadi penumpang dan/atau sarana pengangkut dengan jumlah paling banyak 2 unit per orang. Potensi kerugian negara dari penggagalan pembawaan HP ilegal asal Batam dengan jumlah total 268 unit adalah Rp 469.422.000.
 
Penggagalan upaya pembawaan HP illegal dan peredaran rokok illegal ini merupakan kerjasama yang baik dan wujud sinergitas komunitas di lingkungan Bea Cukai Juanda. Mari bersama lawan dan gempur segala upaya peredaran barang illegal untuk melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang yang dapat merusak moral dan mengakibatkan perilaku menyimpang demi mewujudkan Indonesia Maju.