PENDONOR PLASMA KONVALESEN : PAHLAWAN KEMANUSIAAN

Tak sedikit penyintas COVID-19 mencari donor plasma konvalesen. Menurut keterangan Kemenkes terapi konvalesen digadang-gadang menjadi salah satu solusi memerangi pandemi.
Terapi plasma konvalesen merupakan penggunaan plasma darah dari penyintas COVID-19 yang telah sembuh. Plasma darah tersebut kemudian ditransfusikan ke tubuh
pasien positif COVID-19.
BAGAIMANA CARA KERJANYA?
Plasma merupakan cairn kekuningan dari darah yang mengandung antibodi untuk melawan infeksi. Plasma Konvalesen dari penyintas COVID-19 yang sudah sembuh memiliki antibodi yang dapat melawan COVID-19 dan ini akan bermanfaat jika diberikan pada pasien positif COVID-19.
SYARAT MENJADI DONOR?
- Telah puilh dari COVID-19 setidaknya selama 14 hari
- Golongan darah antara donor dan pasien penerima plasma harus sama
- Tidak sedang hamil atau pernah hamil sebelumnya
- Tidak memiliki kondisi HIV/AIDS, malaria, dan hepatitis.
(Sumber: COVID19.GO.ID)
“Terapi plasma konvalesen digunakan untuk membantu penyembuhan pasien COVID-19 dengan kondisi menengah hingga berat, bukan mencegah COVID-19 dan tidak bisa disamakan dengan vaksinasi” Profesor Amin Soebandrio, Direktur Lembaga Molekuler Eijkman
Plasma darah yang mengandung antibodi saat ditransfusikan akan mempercepat penyembuhan pasien COVID-19.
Bea Cukai Juanda mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para pegawai yang telah mendonorkan plasma konvalesennya dan berkontribusi aktif dibidang kemanusiaan.
Mari bersama mendukung pemulihan kesehatan nasional dengan menjadi donor plasma konvalesen. Covid Survivors, Are You Ready To Be The Next Heroes?