PRESTASI DI AWAL TAHUN : 6 KG SABU DIAMANKAN 12 RIBU GENERASI BANGSA TERSELAMATKAN

SIDOARJO – Masih dalam masa pandemi, mengawali tahun 2021 Bea Cukai Juanda kembali berhasil menggagalkan tindak pidana berat/Extraordinary Crime berupa upaya penyelundupan Methampetamine (sabu-sabu) dan MDMA (Ecstasy) ke wilayah Republik Indonesia melalui Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional T-2 Juanda. Situasi pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung hampir satu tahun tidak menjadi hambatan bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam melakukan kegiatan pengawasan yang dilakukan secara terus menerus dan maksimal terhadap upaya-upaya pelanggaran hukum.
Kamis pagi (14/01/2021) Bea Cukai Juanda bersinergi dengan Polresta Sidoarjo menggelar Press Conference Pengungkapan Kasus Penyelundupan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP). Kegiatan digelar di halaman Polresta Sidoarjo dengan menerapka protokol kesehatan.
Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto menjelaskan kronologis penindakan upaya penyelundupan NPP yang terjadi pada hari Senin (4/1) lalu. Burmula dari pendaratan Pesawat Air Asia (QZ321) rute Kuala Lumpur – Surabaya, petugas Bea Cukai Juanda mengamati gerak-gerik dua penumpang yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap penumpang dan barang bawaannya, didapati 18 bungkus kristal berwarna putih berukuran kecil dan 6 (enam) bungkus kristal berwarna putih berukuran besar, yang disebar dan disembunyikan di dalam 6 (enam) pcs lampu sorot LED dalam barang bawaan a.n. Rizal. Selain itu penumpang bernama Holil kedapatan membawa 25 bungkus kristal berwarna putih berukuran kecil, 30 butir pil berwarna hijau, 30 butir pil berwarna coklat dan 40 butir pil bewarna jingga yang diduga MDMA (total 100 butir) disebar dan disembunyikan di dalam 2 set kipas angin gantung. Kedua penumpang tersebut merupakan WNI asal Sampang dan Pemekasan.
Terhadap kristal putih dan pil tersebut dilakukan uji lab di Balai Laboratorium Bea Cukai Kelas II Surabaya dan hasilnya kedapatan positif Methamphetamine (sabu-sabu) serta terhadap pil tersebut hasilnya kedapatan positif MDMA (Ecstasy). Dengan demikian Bea Cukai Juanda telah berhasil mengamankan sebanyak ± 6.045 (enam ribu empat puluh lima) gram Methamphetamine (sabu-sabu) dan 100 (seratus) butir MDMA (Ecstasy). Selanjutnya, Bea Cukai Juanda melakukan serah terima dengan Polresta Sidoarjo untuk pengembangan lebih lanjut.
Penggagalan upaya penyelundupan NPP kali ini telah menyelamatkan 12.290 jiwa generasi muda Indonesia dengan perhitungan 1 gram narkotika dikonsumsi oleh 2 orang. Penggagalan upaya penyeludupan Narkotika Golongan I ini merupakan sinergi yang baik dan terintegrasi antara DJBC (CNT KPPBC TMP Juanda, Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, dan Laboratorium Bea Cukai BLBC Kelas II Surabaya), Polresta Sidoarjo, Imigrasi Bandara Juanda dan Pengamanan Bandara (LANUDAL, POM AL dan Avsec PT. Angkasa Pura I).