SINERGI BEA CUKAI JUANDA DALAM LAKSANAKAN EKSPOR

Sidoarjo - Memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi dikala pandemi, Bea Cukai kian gencar mendorong potensi ekspor daerah bekerjasama dengan Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, dan penggiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sinergi tersebut dilakukan sebagai upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) selaras dengan program pemerintah pusat.
Senin siang (19/12/2020) Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto bersama Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melepas pemberangkatan ekspor yang dilakukan oleh Koperasi Jasa Peternak Indonesia Cita Berdikari. Bekerjasama dengan PPJK Aditama Megah Perkasa, lebih dari dua ribu ekor domba jenis ekor tipis jantan diberangkatkan menuju Brunei Darussalam melalui Terminal Kargo Internasional Bandara Juanda. Turut hadir dalam kegiatan ini para pimpinan instansi di lingkungan Bandara Juanda, diantaranya adalah General Manager PT. Angkasa Pura I Surabaya, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, dan para pejabat Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya.
Dalam sambutannya, Khofifah mengapresiasi kinerja Bea Cukai Juanda, PT. Angkasa Pura I, dan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya atas sinergi kerja yang luar biasa. “Ekspor ini adalah sesuatu yang memberikan harapan kesejahteraan masyarakat”, pesan Gubernur Jawa Timur. Di samping itu, Khofifah juga menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan akan membuat pilot project pembuatan Rumah Export Center di Jawa Timur yang tentunya akan semakin mempermudah proses ekspor.Bea Cukai Juanda sebagai instansi yang membidangi proses kepabeanan di lingkungan Bandara Juanda telah menerima dan menyetujui sebanyak lima dokument ekspor yang disampaikan Koperas Jasa Peternak Indonesia Cita Berdikari dengan nilai devisa sebesar SGD 384.144,376.
Diharapkan dengan adanya kerjasama Bea Cukai Juanda dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi di lingkungan Bandara Juanda dapat meningkatkan sinergitas kerja, mempererat tali silaturahim dan komunikasi sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.