NGULIK BTD BARENG SOBAT JUANDA

Jangan pernah lelah mencintai negerI ini dengan prestasi, begitu ungkapan Menteri Keuangan Republik Indonesia yang tak awam lagi kita dengar. Ungkapan tersebut tentu menambah semangat belajar kita bukan. Memasuki akhir triwulan ketiga tahun 2020, Bea Cukai Juanda konsisten untuk terus membagikan ilmu seputar kepabeanan kepada masyarakat luas. Rabu (23/09/2020) Kelas Bimbingan Kepabeanan Bea Cukai Juanda kembali digelar dengan kemasan yang semakin menarik dan menghadirkan narasumber berkompeten dibidangnya.

Diawali dengan sapaan hangat moderator Kelas bimbingan kepabeanan, Ismail Sani mengajak seluruh peserta untuk membangkitkan semangatnya dengan jargon yang seru. Topik yang diangkat kali ini adalah ketentuan Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai (BTD) sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan 178/PMK.04/2019.

Syamsu Priatmojo, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi turut menyapa para peserta dalam sambutannya. Tak ketinggalan pesan untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan juga disampaikannya.

Memasuki sesi utama, topik BTD disampaikan oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VI, Rudi Hermawan. Dalam paparannya, narasumber menyatakan bahwa BTD adalah barang yang memenuhi salah satu dari tiga kriteria berikut:
1. Barang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) lebih dari 30 hari, atau
2. Barang tidak dikeluarkan dari Tempat Penimbunan Berikat (TPB) yang dicabut izinnya dalam 30 harı, atau
3. Barang kiriman Pos yang ditolak penerimanya & tidak dapat dikirim ke Luar daerah Pabean (LDP) atau barang tujuan LDP diterima kembali dan tidak diselesaikan pemiliknya dalam 30 hari
Kegiatan berjalan lancar dan penuh antusias para peserta. Usai pemaparan materi diadakan quiz berhadiah dan sesi tanya jawab bersama narasumber.

Semoga Program Kelas Bimbingan Kepabeanan dapat memberikan manfaat dan turut berkontribusi mewujudkan Indonesia melek peraturan sehingga proses bisnis kepabeanan dapat berjalan lancar dan semakin baik.