Bimbingan Mental dan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1435 H

Bimbingan Mental dan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1435 H

Kamis 05 Juni 2014, dalam rangka peningkatan kinerja pegawai untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda dan sekaligus peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1435 H, KPPBC TMP Juanda mengadakan kegiatan bimbingan mental kepada para pegawai.

Acara yang mengambil tema “Hikmah Isra’ Mi’raj Ispirasi dalam Berkarya” ini mendatangkan pembicara Ust. Abu Bakar Assegaf dari Pasuruan. Acara dimulai pukul 07.30 WIB dan dibuka dengan sambutan oleh Kepala KPPBC TMP Juanda, Iwan Hermawan. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah sehingga menjadikan suasana terasa hikmat dalam ruang aula kantor.

 

Dalam ceramahnya Ust. Abu Bakar Assegaf mengisahkan bahwasanya Isra’ Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. Dari peringatan peristiwa inilah diharapkan kita mampu mengambil hikmah bukan hanya perintah shalat lima waktu tetapi juga hikmah tentang ketauladanan Nabi Muhammad SAW. Layaknya Rasulullah, bahwa seorang pemimpin haruslah dapat memberikan tauladan atau contoh yang baik terhadap yang dipimpinnya.

Acara berakhir pukul 09.00 WIB dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Abu Bakar Assegaf.

Dalam ceramahnya Ust. Abu Bakar Assegaf mengisahkan bahwasanya Isra’ Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. Dari peringatan peristiwa inilah diharapkan kita mampu mengambil hikmah bukan hanya perintah shalat lima waktu tetapi juga hikmah tentang ketauladanan Nabi Muhammad SAW. Layaknya Rasulullah, bahwa seorang pemimpin haruslah dapat memberikan tauladan atau contoh yang baik terhadap yang dipimpinnya