Press Conference Pencegahan Penyelundupan Shabu

Press Conference Upaya Pencegahan Penyelundupan Shabu Bandara Internasional Juanda

Senin, 21 April 2014 diadakan Press Conference mengenai upaya pencegahan penyelundupan shabu di Bandara Internasional Juanda. Acara dilaksanakan di Aula KPPBC TMP Juanda yang dihadiri oleh rekan media dan beberapa instansi terkait dan pengamanan bandara, seperti PT. Angkasa Pura, POM AL LANUDAL, dsb.

Acara dimulai pukul 10.00 WIB diawali sambutan Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Oza Olavia serta Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda, Iwan Hermawan. Press Conference juga dihadiri oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Brigjend (Pol) Iwan A Ibrahim; Kasubdit II Direskoba Polda Jatim, AKBP Kartono; dan Dandenpomal Lanudal Juanda, Mayor (laut) Acep Soedrajat. Berikut adalah ulasan kejadian:

Pada hari Minggu tanggal 13 April 2014, Customs Narcotics Team (CNT) KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan Kantor Wilayah DJBC Jatim I telah menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis “methamphetamine” atau shabu dengan berat bruto 1840 (seribu delapan ratus empat puluh) gram di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Juanda. Narkotika jenis methamphetamin dimaksud dibawa oleh seorang penumpang pesawat Cathay Pasific dengan nomor penerbangan CX-781 dengan rute Hong Kong - Surabaya, jenis kelamin perempuan, warga negara China berinisial L X (27 th ). Modus yang digunakan yaitu menyembunyikan shabu dalam beberapa tas tangan yang dimasukkan kedalam Tas Punggung (Bag) yang dibawanya. Dalam hal ini sejumlah 3680 jiwa telah terselamatkan dari penggunaan barang terlarang berupa Shabu dengan asumsi bahwa rata-rata penggunaan per orangnya sekitar 0,5 gram.

Kronologis kejadian adalah sebagai berikut :

  1. Pada hari Minggu tanggal 13 April 2014 sekitar pukul 19.30 WIB pesawat Cathay Pasific (CX-781) dari Hong Kong mendarat di Bandara Internasional Juanda;
  2. Berdasarkan hasil profiling (pengamatan) terhadap penumpang yang dilakukan oleh petugas, terdapat penumpang perempuan pesawat Cathay Pasific CX-781 yang dicurigai dan kemudian dilakukan pemeriksaan mendalam;
  3. Berdasarkan pemeriksaan terhadap Customs Declaration (CD), penumpang perempuan tersebut berinisial L X, Tanggal Lahir : 27 Juli 1987, warga negara China, bepergian ke Surabaya seorang diri dengan membawa barang bawaan berupa satu buah tas punggung berwarna hitam;
  4. Dalam melakukan pemeriksaan dan wawancara singkat, petugas mencurigai barang bawaan penumpang yaitu tas punggung berwarna hitam;
  5. Dari pemeriksaan mendalam terhadap tas punggung warna hitam tersebut, di dalam tas ditemukan tas tangan sebanyak 4 (empat) buah yang setelah diperiksa kedapatan setiap tas tangan berisi bungkusan yang di dalamnya terdapat kristal putih yang dicurigai sebagai methampethamine (shabu) dengan total berat bruto 1840 (seribu delapan ratus empat puluh) gram;
  6. Selanjutnya dilakukan uji laboratorium di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) DJBC Surabaya dan kedapatan hasil positif methampethamine (shabu).

Ancaman Hukuman :

  1. Methamphetamine/Shabu berdasarkan UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika merupakan Narkotika Golongan I. Penyelundupan Narkotika Golongan I ke Indonesia adalah pelanggaran pidana sesuai Pasal 113 ayat 1 dan 2 Undang- Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp. 10 milyar. Dalam hal barang bukti melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3 (sepertiga)
  2. Undang- Undang Kepabeanan Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan Pasal 102 bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan dipidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000,- dan paling banyak Rp. 5.000.000.000,-

Penggagalan upaya penyeludupan sabu / methamphetamin ini merupakan kerja sama yang baik dan terintegrasi antara Bea Cukai (Customs Narcotics Team) KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda Kantor Wilayah Jawa Timur I didukung dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim, BNN Propinsi Jatim, Pengamanan Bandara (LANUDAL, POM AL dan PT. Angkasa Pura), serta Imigrasi Bandara Juanda. Tersangka dan barang bukti telah diserahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.