Berita

Previous Next

STOP KORUPSI DARI DIRIMU & INSPIRASI SEKITARMU

 
BC Juanda Gelar Sharing Knowledge Anti Korupsi
Sidoarjo - Gratifikasi, pemerasan, suap dan uang pelicin merupakan contoh bentuk-bentuk korupsi yang perlu dimitigasi. Rabu, (14/09/2022) Bea Cukai Juanda menggelar kegiatan Learning Organization bertajuk Sharing Knowledge Antikorupsi. Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Himawan Indarjono membuka secara langsung acara yang diikuti seluruh pegawai secara daring ini.
Pada kesempatan ini Kepala Subbagian Umum, Aries Permana dan Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI), Irwan Kurniawan menjadi narasumber. Disesi pertama Aries menjelaskan bahwa korupsi merupakan suatu tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. “Terdapat empat motif penyebab terjadinya korupsi yakni korupsi karena ingin memenuhi kebutuhan, adanya keserakahan, adanya niat dan kesempatan serta adanya tekanan”, jelas Aries. Sebagai tindakan extraordinary crime, korupsi memiliki dampak negatif yang begitu luas, mula dari sektor ekonomi, sosial hingga lingkungan dan hukum.
Memasuki sesi kedua, Irwan mengajak para pegawai untuk mengenal lebih dalam beragam jenis korupsi. Berdasarkan UU Tipikor korupsi dikelompokkan menjadi tujuh jenis yakni kerugian keuangan negara, suap menyuap, penggelapan jabatan, pemerasan, perbuatan curang, konflik kepentingan dalam pengadaan, dan gratifikasi. “Sebagai pegawai negeri dan penyelenggara negara kita memiliki kewajiban untuk menolak gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan/atau berlawanan dengan kewajiban atau tugas” ungkap Irwan. Selain itu pegawai negeri juga perlu melaporkan penolakan/penerimaan gratifikasi melalui unit pengendali gratifikasi (UPG) atau secara langsung kepada KPK. Pelaporan gratifikasi dapat dilakukan ke UPG maksimal 10 hari kerja setelah menerima gratifikasi atau langsung ke KPK melalui laman gol.kpk.go.id maksimal 30 hari kerja setelah menerimanya. “Mulai budaya antikorupsi dari dirimu dan inspirasi sekitarmu” pungkas Irwan.
Korupsi adalah musuh kita bersama. Berbagai upaya berkelanjutan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya korupsi. Semoga dengan penyelenggaraan sharing knowledge kita dapat menerapkan nilai-nilai integritas dan pencegahan anti korupsi secara berkesinambungan serta menginspirasi orang-orang disekitar kita untuk memberantas korupsi.
Previous Next

IMPORTIR CERMAT - CUSTOMS CLEARANCE MAKIN CEPAT

 
BC Juanda Gelar Sosialisasi Pemeriksaan Fisik Barang & Nilai Pabean
Sidoarjo - Rabu, (7/9/2022) Bea Cukai Juanda menggelar Sosialisasi Pemeriksaan Fisik Barang & Penetapan Nilai Pabean. Dilaksanakan secara daring, sosialisasi kali ini menghadirkan dua Pejabat Pemeriksa Fisik dan seorang Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai (PKC) sebagai narasumber. Lebih dari 150 peserta dengan berbagai latar belakang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Himawan Indarjono.
Bea Cukai sebagai instansi pemerintah yang bergerak di sektor lalu lintas barang internasional disamping memiliki tugas pengawasan juga memiliki fungsi sebagai fasilitator perdagangan para pelaku ekonomi. Dalam hal ini Bea Cukai Juanda hadir di tengah-tengah masyarakat memberikan edukasi secara langsung demi terselenggaranya customs clearance yang lancar, cepat, aman dan transparan.
Mengangkat tema pemeriksaan fisik barang & penetapan nilai pabean, sosialisasi kali ini memaparkan berbagai bahasan, mulai dari dasar hukum pemeriksaan fisik barang dan nilai pabean, nilai yang digunakan sebagai dasar penghitungan bea masuk dan pajak dalam rangka impor, incoterms, dan berbagai hal menarik lainnya. Pada sesi pertama Hafizh Adam dan Andi Suhartono, Pemeriksa Bea Cukai, memaparkan ketentuan pemeriksaan fisik barang impor. Pemeriksaan fisik barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh pejabat pemeriksa fisik untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifkasian, dan penetapan nilai pabean. “Pemeriksaan fisik barang memiliki dua ruang lingkup, yakni jalur hijau dengan penelitian dokumen dilakukan setelah barang keluar dan jalur merah dengan penelitian dokument serta pemeriksaan fisik dilakukan sebelum barang keluar”, jelas Andi. “Dalam hal pemberitahuan impor mendapatkan penetapan jalur merah, maka importir/PPJK yang dikuasakan melaporkan Pemberitahuan Kesiapan Barang (PKB) impor yang akan diperiksa paling lambat pukul 12.00 pada hari kerja berikutnya setelah diterbitkannya SPJM (Surat Penetapan Jalur Merah)”, tambah Hafizh. Narasumber menghimbau para importir agar cermat dalam menyampaikan Pemberitahuan Impor Barang maupun dokumen pelengkap pabean.
Pada sesi kedua, Kepala Seksi PKC VI, Jliteng Wibowo memaparkan materi terkait Penetapan Nilai Pabean. Untuk menetapkan nilai pabean, sebelumnya perlu menentukan nilai transaksi, nilai ini ditetapkan berdasarkan suatu transaksi jual beli dimana ada penjual yang menyerahkan barang dan menerima pembayaran serta ada pembeli yang melakukan pembayaran dan menerima barang. Bowo berpesan, ”Untuk memberikan kemudahan dalam penetapan niali pabean maka nilai transaksi yang digunakan dalam perhitungan nilai pabean yaitu incoterms CIF”. Incoterm CIF mencakup keseluruhan nilai yang dilakukan dalam sustu transaksi, diantaranya adalah cost atau nilai barang, insurance atau premi asuransi atas pengiriman barang serta freight atau ongkos kirim barang dari penjual ke pembeli di dalam daerah pabean.
Previous Next

ASISTENSI LANJUTAN CEISA 4.0 LAYANAN EKSPOR

 
Bincang Monev CEISA 4.0 Ekspor
Sidoarjo - CEISA 4.0 Layanan Ekspor semakin siap diimplementasikan secara luas untuk memperlancar proses bisnis kepabeanan para pelaku ekspor. Melanjutkan asistensi bulan lalu, Selasa (6/9/2022) Bea Cukai Juanda bekerjasama dengan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (Dit. IKC) melaksanakan Monitoring, Evaluasi, dan Pelatihan CEISA 40 Ekspor bagi Pengguna Jasa di Lingkungan Bea Cukai Juanda. Sebanyak lebih dari 30 eksportir dan PPJK hadir di aula kantor untuk mengikuti asistensi sing ini.
Kegiatan yang digelar hari ini merupakan tindak lanjut atas pelaksanaan uji coba terbatas terhadap CEISA 4.0 Layanan Ekspor yang telah dimulai 16 Augustus lalu. Mengawali kegiatan, Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Himawan Indarjono membuka acara sekaligus menyambut para peserta. “Perubahan adalah suatu keniscayaan, perkembangan modul ekspor menuju CEISA 4.0 merupakan sebuah tuntutan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi yang harus dilakukan dan dihadapi bersama”, tuturnya. Himawan mengajak seluruh peserta untuk berkontribusai terhadap pengembangan sistem ini dengan memberikan saran dan masukan terhadap sistem yang telah diujikan.
Memasuki acara inti, Kepala Seksi Pengembangan Sistem Informasi II, Puji Suharso selaku narasumber menggali berbagai kendala dan permasalahan yang dialami para peserta ketika menyampaikan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) melalui CEISA 4.0. Pada sesi ini narasumber dan para peserta aktif saling berbagi informasi serta memberikan solusi, saran dan masukan atas pengimplementasian CEISA 4.0 Layanan Ekspor. Nantinya masukan yang ditampung akan dibahas lebih lanjut oleh Tim Dit. IKC sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan sistem.
Perbaikan terhadap sistem merupakan hal yang senantiasa dilakukan Bea Cukai. Bea Cukai berkomitmen untuk menghadirkan fasilitas yang mudah diakses serta layanan yang modern dan lancar untuk masyarakat pelaku usaha. Dengan demikian kegiatan ekspor dapat semakin lancar sehingga mampu mendorong produk lokal ke kancah global dan mendokngkrak penerimaan negara.

Jalan Raya Bandara Juanda KM. 3-4 Sidoarjo. Jawa Timur 61253. Indonesia

Link - link

The way you treat your job, is the way you treat your country.

”Lakukan pekerjaanmu dengan kebanggaan, loyalitas kerendahan hati dan ambisi untuk menjadi lebih baik lagi. Karena setiap prestasi yang kita raih, berarti meningkatkan harapan masyarakat untuk lebih maju lagi"

 - Sri Mulyani -