Bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada sektor industri hand sanitizer, produk mengandung desinfektan, serta masker dan pakaian pelindung jenis tertentu, serta untuk memberikan kepastian hukum dan percepatan pelayanan dalam fasilitas kepabeanan dan/atau cukai serta perpajakan atas impor barang untuk keperluan penanganan pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19), maka perlu dilakukan penyempurnaan Peraturan Menteri Keuangan RI nomor 34/PMK.04/2020 dengan diterbitkannya :

Peraturan Menteri Keuangan RI nomor : 83/PMK.04/2020 tanggal 6 Juli 2020 tentang Perubahan Atas PMK Nomor 34/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai serta Perpajakan Atas Impor Barang Untuk Keperluan Penanganan Pandemi Corona Virus Disese 2019 (COVID-19) yang berlaku mulai tanggal 7 Juli 2020. unduh [klik]

......

Untuk mendukung kemudahan investasi dalam pelaksanaan kebijakan kemudahan impor barang komplementer, barang untuk keperluan tes pasar dan pelayanan purna jual maka diterbitkan Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor : 59 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendag RI Nomor : 118/M-Dag/Per/12/2015 tentang Ketentuan Impor Barang Komplementer, Barang untuk Keperluan Tes Pasar dan Pelayanan Purna Jual tanggal 26 Juni 2020 dan berlaku mulai tanggal 29 Juni 2020 dapat diunduh pada [unduh]

Siaran Pers Nomor : PERS-01/WBC.11/KPP.MP.03/2020 

Bea Cukai Juanda Berhasil Gagalkan Upaya Pengiriman Rokok Ilegal

Berita lengkap [klik]

Download Siaran Pers [klik]


Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 57 TAHUN 2020 tentang KETENTUAN EKSPOR BAHAN BAKU MASKER, MASKER, DAN ALAT PELINDUNG DIRI

  1. Ekspor Bahan Baku Masker, Masker, dan APD hanya dapat dilaksanakan oleh Eksportir setelah mendapatkan Persetujuan Ekspor atau PE
  2. dikecualikan dari PE untuk:
    1. barang kiriman yang diekspor melalui penyelenggara pos dengan menggunakan pesawat udara dengan nilai sampai dengan jumlah tertentu per jenis barang dan/atau nilai pabean paling banyak USD 250 (dua ratus lima puluh dollar Amerika);
    2. barang sebagai hibah, hadiah, atau pemberian untuk amal, sosial, atau untuk kepentingan penanggulangan bencana alam;
    3. barang untuk keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan;
    4. barang contoh yang tidak untuk diperdagangkan; dan/atau
    5. barang bawaan penumpang atau awak sarana pengangkut sampai dengan jumlah tertentu per jenis barang dan/atau nilai pabean paling banyak USD 250 (dua ratus lima puluh dollar Amerika) dengan Catatan, Ekspor barang sebagaimana dimaksud pada huruf b, huruf c, dan huruf d terlebih dahulu harus mendapatkan surat penjelasan dari Direktur Jenderal
  3. dokumen pengecualian larangan sementara Ekspor yang telah diterbitkan untuk Eksportir berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 23 Tahun 2020 jo 34 Tahun 2020 dinyatakan tetap berlaku sampai dengan tanggal 30 Juni 2020

Download Permendag [unduh]